Loading...

Apa Hubungan Dermatitis Dengan Penyakit Autoimun?

Dermatitis merupakan peradangan yang membuat kulit kering, bengkak, atau kemerahan. Dikenal juga dengan eksim, penyakit ini dapat menyerang berbagai area pada tubuh. Bentuk pengobatannya pun akan disesuaikan dengan jenis dan penyebabnya. Lamanya penyembuhan juga tergantung dari tingkat keparahan penyakit.

Meskipun tidak menular, kondisi ini sering kali mengganggu kenyamanan penderitanya. Rasa gatal yang menyerang sering kali menyebabkan penderitanya sulit menahan diri hingga terjadi luka dalam.

Apakah ada hubungannya dengan autoimun?

Icahn School of Medicine di Mount Sinai membuktikan bahwa dermatitis atopik, juga dikenal sebagai eksim, adalah penyakit yang didorong oleh kekebalan (autoimun). Studi ini, yang merupakan hasil kolaborasi dengan Regeneron Pharmaceuticals, Sanofi, dan Rockefeller University, dipublikasikan secara online di Journal of Allergy and Clinical Immunology.

Selain itu, dermatitis yang terjadi karena autoimun yakni dermatitis herpetiformis, yang disebabkan oleh penyakit autoimun, yakni kondisi ketika sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel dan jaringan kulit.

Pada dermatitis herpetiformis atau ruam gluten, reaksi autoimun bisa menimbulkan ruam saat penderitanya mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Gluten adalah jenis protein yang terkandung dalam produk gandum, seperti mie, pasta, sereal, biskuit, roti, dan makanan lain yang berbahan dasar gandum.

Kemunculan dermatitis herpetiformis juga diduga terkait dengan faktor genetik, yaitu akibat mutasi pada gen HLA-DQ2 dan HLA-DQ8.

Risiko seseorang mengalami dermatitis herpetiformis meningkat lebih dari 5% jika keluarganya juga menderita kondisi ini. Selain itu, seseorang juga lebih berisiko mengalami dermatitis herpetiformis jika menderita penyakit autoimun lain.